Produksi chip Nexperia China menggunakan wafer 12 inci

Nexperia China Luncurkan Produksi Chip Menggunakan Wafer 12 Inci

Nexperia, anak perusahaan asal China, baru-baru ini mengumumkan pencapaian signifikan dalam produksi chip dengan menggunakan wafer silikon berukuran 12 inci. Langkah ini semakin memperdalam perpecahan antara Nexperia China dan perusahaan induknya yang berbasis di Belanda, yang tidak memproduksi wafer dengan diameter tersebut.

Pencapaian Produksi Mandiri

Nexperia China, melalui pernyataan di akun media sosialnya, membanggakan pencapaian baru dalam kemampuan R&D independen dan produksi massal. Menurut laporan Reuters, mereka berhasil memproduksi perangkat bipolar diskrit, Schottky rectifiers, dan perangkat perlindungan dari pelepasan elektrostatik. Semua produk ini merupakan semikonduktor daya yang juga diproduksi oleh perusahaan induk asal Belanda.

Namun, hingga saat ini, Nexperia Eropa belum memberikan komentar resmi dan Nexperia China belum dapat dihubungi untuk mengonfirmasi sumber wafer 12 inci yang mereka gunakan.

Potensi Sumber Wafer

Sumber wafer 12 inci yang paling mungkin adalah WingSkySemi, sebuah pabrik wafer di Shanghai yang dioperasikan oleh Zhang Xuezheng, pendiri Wingtech. Sebelumnya, Reuters melaporkan adanya surat yang dikirim kepada distributor Nexperia China yang menyebutkan WingSkySemi sebagai rencana sumber wafer bertipe otomotif, dengan kapasitas bulanan yang dinyatakan mencapai 30.000 wafer. Selain itu, ada juga pasokan wafer IGBT berukuran 8 inci dari Shanghai GAT Semiconductor dan United Nova Technology Co, yang terhubung dengan SMIC.

Perkembangan Setelah Ketegangan

Chip yang diklaim dapat diproduksi oleh Nexperia China lebih sederhana dibandingkan IGBT, yaitu transistornya yang berisolasi-gate dan digunakan untuk pengaturan arus dalam aplikasi seperti kendaraan listrik dan peralatan industri. Jika klaim ini benar, pengumuman tersebut menunjukkan seberapa jauh anak perusahaan ini telah maju dalam membangun rantai pasokan mandiri sejak perselisihan dengan Nexperia dimulai pada akhir 2025.

Perselisihan tersebut dimulai ketika pemerintah Belanda mengambil alih Nexperia dari Wingtech pada Oktober 2025, dengan alasan masalah pemerintahan, dan kemudian menginstal tim manajemen Eropa. Pada bulan yang sama, pihak Belanda menghentikan pengiriman wafer ke pabrik Nexperia di China dengan alasan keterlambatan pembayaran, sementara pengadilan Belanda memerintahkan pendiri Wingtech untuk dipecat dari jabatan CEO Nexperia.

Dampak pada Pasokan Chip Global

Setelah itu, Beijing merespons dengan membatasi ekspor chip jadi dari Nexperia, yang menyebabkan kekurangan dan memaksa Honda untuk sementara menghentikan produksi di pabriknya di China dan Jepang. Meskipun kedua pemerintah melonggarkan sebagian langkah-langkah mereka pada bulan November, proses hukum dan pertempuran internal mengenai penguasaan perusahaan masih terus berlangsung. Nexperia menyatakan pada bulan Desember bahwa anak perusahaannya di China menunjukkan “tidak ada niat untuk bernegosiasi solusi jangka pendek untuk mengembalikan aliran chip ke pelanggan”.

Nexperia China mengklaim telah mengirimkan lebih dari 11 miliar chip kepada lebih dari 800 pelanggan sejak pertengahan Oktober meskipun terjadi gangguan. Sebuah sidang pengadilan Belanda mengenai kontrol perusahaan dijadwalkan pada 14 Januari, tetapi belum ada kejelasan mengenai hasil dari sidang tersebut, dan tidak ada penyelesaian terhadap sengketa tata kelola perusahaan yang diumumkan secara publik.

Kesimpulan

Pencapaian Nexperia China dalam produksi chip dengan wafer berukuran 12 inci menunjukkan ambisi dan ketidakpastian di industri semikonduktor global, terutama di tengah konflik antara anak perusahaan dan induknya. Hal ini berpotensi mempengaruhi pasokan chip di pasar global, termasuk Indonesia, yang semakin bergantung pada teknologi tinggi dan inovasi di sektor otomotif dan elektronik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top